Nelayan Padang Sulit Melaut Ketika Perairan Penuh Kayu Gelondongan

PATROLISERGAPNEWS.COM – Padang – Nelayan mengeluhkan sulitnya melaut karena perairan dipenuhi kayu gelondongan. Kondisi ini menyulitkan aktivitas menangkap ikan dan membahayakan keselamatan mereka. Kayu-kayu tersebut diduga berasal dari aliran sungai yang membawa material kayu dari hulu akibat hujan deras beberapa hari terakhir.

Para nelayan menyatakan, kayu gelondongan menghalangi jalur kapal dan berpotensi merusak perahu. “Kami harus ekstra hati-hati saat melaut, karena kayu-kayu besar bisa menabrak perahu atau jaring kami,” ujar seorang nelayan. Selain itu, keberadaan kayu gelondongan juga mengganggu ekosistem laut setempat, sehingga ikan sulit ditemukan di perairan yang sebelumnya produktif.

Pihak Dinas Perikanan Padang menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengevakuasi kayu-kayu gelondongan agar nelayan bisa melaut dengan aman. Namun, proses pembersihan memerlukan waktu karena volume kayu yang cukup besar.

Sementara itu, masyarakat di pesisir berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah cepat untuk menangani masalah ini. Jika tidak ditangani segera, aktivitas nelayan akan terhambat, dan dampak ekonomi bagi keluarga nelayan akan semakin besar.

Nelayan juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang kayu atau sampah sembarangan, agar aliran sungai tetap lancar dan tidak menimbulkan hambatan di laut. Upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat dianggap penting untuk menjaga kelancaran aktivitas perikanan di Padang.

Kondisi ini menjadi peringatan bahwa perubahan cuaca dan aliran sungai bisa berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Nelayan berharap solusi cepat agar mereka bisa kembali melaut dengan aman dan produktif.

patrolisergapnews.com
Robet

Share Berita:

Related Posts

Sinergi Alam dan Ekonomi: Bimtek Lebah Trigona Peudada Wujudkan Hutan Lestari Masyarakat Sejahtera

Membangun jembatan kokoh antara pelestarian ekosistem hutan dan kemandirian ekonomi masyarakat menjadi kenyataan nyata di tanah Peudada.

Share Berita:

Lanjutkan
KPK: Pemberantasan Korupsi Tak Cukup Hukum Pelaku, Aset Hasil Kejahatan Harus Dikembalikan

Urgensi mengejar aset hasil korupsi juga semakin besar karena korupsi masih menjadi salah satu sumber utama risiko pencucian uang di Indonesia.

Share Berita:

Lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Anda Melewatkan

Tim Terpadu Katingan Hilir Gelar Sosialisasi Larangan Penambangan Emas Tanpa Izin

Tim Terpadu Katingan Hilir Gelar Sosialisasi Larangan Penambangan Emas Tanpa Izin

Presiden Prabowo Terima Menteri Kebudayaan Bahas Usulan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan

Presiden Prabowo Terima Menteri Kebudayaan Bahas Usulan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan

Dihad4ng Ketid4kpastian Hukum: Ketum PPWI Siaran Langsung B0ngkar Temuan di Polda Sumsel

Dihad4ng Ketid4kpastian Hukum: Ketum PPWI Siaran Langsung B0ngkar Temuan di Polda Sumsel

458 Santri Ikuti Seleksi Beasiswa Hafizh Al-Qur’an Bireuen 2026 Selama Empat Hari

458 Santri Ikuti Seleksi Beasiswa Hafizh Al-Qur’an Bireuen 2026 Selama Empat Hari

Mutasi Sejumlah Pati dan Pamen Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Mutasi Sejumlah Pati dan Pamen Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Kejagung Sita Aset Bos Tambang Aseng Rp338 Miliar

Kejagung Sita Aset Bos Tambang Aseng Rp338 Miliar