Polisi Bergerak Cepat Tangani Kebakaran Rumah di Kampung Jawa Baru, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Sekitar pukul 17.00 WIB, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan segera melakukan pemadaman
Sekitar pukul 17.00 WIB, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan segera melakukan pemadaman
Berdasarkan keterangan keluarga korban, saat itu korban sedang mengisi bensin ke dalam botol di samping rumahnya.
Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Namun, kendaraan mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian material sekitar Rp5 juta.
Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bagian rumah.
Korban diketahui bernama Murniati, seorang ibu rumah tangga warga Blang Paya. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian berupa sisa uang pinjaman sebesar Rp700.000 serta satu unit ponsel merek ZTE/Itel A35 milik anaknya.
Akibat terjangan angin kencang, kanopi bagian depan tiga toko mengalami kerusakan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sumur minyak ilegal yang terbakar tersebut diduga milik seorang berinisial Tgk sp , warga Seuneubok kulam yang berprofesi sebagai pemilik.
Kronologi kejadian bermula ketika sebuah truk melaju dari arah Tuntang menuju ke arah Salatiga.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Andia Suherlandia, mengonfirmasi bahwa kebakaran menghanguskan tiga area utama pabrik.
PLN Jatim Mengaku Akan Lakukan Pengecekan
Secara terpisah, awak media juga menghubungi Marta Syahruday, petugas PLN Jawa Timur, guna meminta klarifikasi terkait pekerjaan JTM tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa bermula ketika korban bersama rekannya hendak membeli pakaian di kawasan Jalan Gembong Tebasan Surabaya.
Hasil penyelidikan mengungkap bahwa empat pelaku yang terlibat merupakan pasangan suami istri beserta kerabat mereka
Korban yang mengalami luka tusuk sempat berteriak kesakitan hingga didengar oleh anak-anak mereka. Salah seorang anak kemudian berlari ke rumah tetangga untuk meminta bantuan.
Berdasarkan informasi awal, terdapat sekitar 14 korban luka bakar yang terdiri dari 2 orang Anak Buah Kapal (ABK) dan 12 orang mahasiswa Politeknik Pelayaran Malahayati.
Mendapat laporan tersebut, Satuan Lalu Lintas Polres Sragen langsung membentuk tim gabungan untuk melakukan penyelidikan.
Kapolres Sragen menegaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan seorang anak yang meninggal dalam kondisi tidak wajar.
peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB saat hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan tersebut.
Terkait penyebab pasti kebakaran, pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan mendalam di lokasi kejadian.
Saat ini personel Lanal TBA bersama personel Polairud Leidong, KPLP Leidong, serta nelayan setempat terus melaksanakan pencarian terhadap kedua korban yang masih hilang.
Saat kejadian, kedua bangunan diketahui dalam keadaan kosong dan tidak dihuni pada malam hari.

